Indonesia Cinta Membaca Bersama Tanoto Foundation

 


Hari ini kita mengetahui bahwasanya banyak dari masyarakat indonesia yang memiliki minat membaca. Akan tetapi jika kita melihat data lapangan dan kemudian membandingkan dengan negara-negara lain maka indonesia masih di bawah standar kualitas minat baca warganya.

Padahal kalau kita mengetahui bahwasanya membaca adalah suatu aktifitas yang sangat bermanfaat bagi diri kita. Semua orang sudah mengetahui bahwasanya ada suatu peribahasa yang berbunyi “ jika anda ingin melihat dunia maka membacalah, karena dengan membaca kamu akan melihat betapa luasnya dunia itu. Akan tetapi jika kamu ingin dilihat dunia maka  menulislah. Karena dengan menulis maka kamu akan mempunyai tulisan yang akan dibaca oleh orang lain. Dengan begitu orang lain akan melihat dan mengetahui bahwa kamu adalah orang yang cerdas dan memiliki wawasan.

Membaca mungkin kata yang sederhana namun sering kali susah untuk dilakukan oleh setiap orang. Membaca mungkin kegiatan yang mudah dilakukan namun sering kali susah untuk dijadikan kebiasaan. Banyak orang yang memaknai jika membaca adalah kegiatan yang membosankan dan hanya membuang-buang waktu saja. Apalagi dizaman sekarang ini dimana semua hal bisa divisualisasikan menjadi grafis sehingga mengurangi minat baca masyarakat. Contohnya ketika sebuah novel fiksi remaja yang dijadikan film layar lebar, kebanyak remaja lebih menyukai menonton filmnya tanpa membaca novelnya. Hal tersebut dikarenakan efisien waktu dimana mereka bisa memahami isi cerita hanya memerlukan waktu sekitar 1,5–2 jam dengan menontonnya daripada membaca novel tersebut berhari-hari. Akan tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa digrafiskan begitu saja seperti mempelajari ilmu pengetahuan. Ha itu tidak bisa dimengerti ketika menontonnya saja melainkan harus perlu membaca berulang-ulang bahkan harus mempraktekannya agar apa yang disampikan bisa terserap oleh otak. Hal inilah yang kerap menjadi hal sepele yang dilakukan masyarakat tanpa mengetahui arti dari pentingnya membaca.

Seperti pepatah mengatakan “Buku adalah Jendela Dunia”

hal tersebut memang benar sebab dengan adanya buku kita akan mengetahui berbagai informasi yang ada diseluruh dunia baik itu mengenai sejarah, pengetahuan umum, maupun hal yang lainnya. Tapi apakah dengan banyak buku saja akan membuat kita menjadi pintar ? Jawabnya belum tentu.. Punya banyak buku tapi tidak pernah dibaca apakah akan mendapatakan ilmu ? Banyak orang berspekulasi bahwa memiliki buku yang banyak akan membuatnya pintar tapi jika tidak pernah dibaca ilmu dan pengetahuan yang ada didalam buku tersebut tentu tidak akan terserap oleh otak kita sendiri dan buku yang ada pun hanya akan dijadikan sebuah pajangan dan aksesoris rumah bukan sebagai pemberi informasi yang bermanfaat.
Saat ini minat baca untuk para remaja khususnya para siswa kian hari kian menurun sebagai contoh ketika mereka membaca sebuah jurnal ataupun tulisan ilmiah mereka hanya akan langsung melihat bagian akhir dari kesimpulan jurnal atau tulisan ilmiah tersebut tanpa membaca bagaimana proses yang terjadi ketika mendapatkan kesimpulan seperti itu. Hal sepele tapi sangat berakibat fatal bagi kedepannya, bayangkan saja ketika seseorang ingin melakukan sebuah percobaan di lab tanpa membaca keseluruhan isi prosedur bisa saja hal yang tidak boleh dilakukan malah dilakukan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi dan akan merugikan diri sendiri. Maka dari itu kebiasaan membaca harus selalu dibiasakan mulai sejak dini. Ketrampilan membaca dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk memahami berbagai konsep dengan mudah. Hal ini mengembangkan ketrampian berpikir kritis pada anak-anak. Memahami konsep dan pemikiran kritis adalah dua kualitas penting dari seorang individu yang sukses. Selain itu, membaca juga meningkatkan kosa kata seseorang, perintah pada bahasa, dan kemampuan komunikasi. Tren menunjukan bahwa seseorang yang membaca mampu berkonsentrasi pada pelajaran mereka dan lebih baik daripada mereka yang tidak. Kemampuan membaca secara langsung berhubungan dengan kemampuan menulis yang baik sebab orang yan jarang membaca akan mengalami kesulitan dalam menemukan kosa kata ketika menulis. Membaca dapat membangun pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu. Dari ilmu kesehatan, kegiatan membaca sangat bermanfaat untuk mencegah rabun mata karena membaca melatih dan mengaktifkan otot-otot mata. Selain itu membaca mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar, mengaktifkan, dan menyegarkan pikiran. Dari segi psikologis membaca dapat meningkatkan rasa percaya diri, memanajemen emosi dan meningkatkan kemampuan interaksi social positif dimana pun dan kapan pun. Betapa banyaknya manfaat yang diberikan dari kegiatan membaca ini yang mungkin bagi sekian orang merupakan kegiatan yang membosankan. Namun pemekirian seperti itu harus segera dihilangkan dan mulai berbenah diri untuk membiasakan kebiasan baik sejak dini. Masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak tentunya harus sejak dini mulai menanamkan hal tersebut pada diri sendiri dan anaknya agar tercipta penerus bangsa yang suka membaca.

Berawal dari pentingnya membaca bagi masyarakat indonesia, maka kami dari pihak swadaya masyarakat Tanoto Foundation mempercayai bahwa stimulasi pada anak usia dini adalah investasi terbesar dalam proses tumbuh kembang anak, salah satunya dengan membangun budaya membaca.

Kepercayaan ini mendorong Tanoto Foundation untuk menggagas gerakan/kampanye #IndonesiaCintaMembaca

jangan lupa Moms jg bisa ikutan lho kegiatan seru kompetisi sharing Momen baca bersama yang diadakan oleh Tanoto Foundation dan hadiahnya seru banget,Kompetisi berlangsung sampai bulan Desember 2020. Cek highlight #MomenBaca di IG : @tanotoeducation atau untuk informasi lebih lanjut di https://tanotofoundation.org/id/news/kompetisi-momenbacabersama-dapatkan-

 

 

Tidak ada komentar untuk "Indonesia Cinta Membaca Bersama Tanoto Foundation"

Berlangganan via Email